jenis jenis awan

jenis jenis awan

Posted on

jenis jenis awan – Saat Anda memperhatikan langit, apa yang pertama terlihat? Sudah tentu adalah awan. Benda putih sama kapas yang melayang di langit ini ternyata tidak seluruhnya sama. Awan miliki banyak tipe yang didasarkan ketinggian awan tersebut.

jenis jenis awan

Awan adalah gumpalan uap air dan kristal es yang terapung di atmosfir yang amat kecil atau campuran berasal dari keduanya, yang tersuspensi di udara. Meskipun wujud dan ukurannya berbeda-beda, seluruh awan pada dasarnya terbentuk dengan cara yang sama melalui vertikal hawa di atas tingkat kondensasi.
Awan juga bisa terbentuk selagi bersentuhan dengan permukaan tanah. Awan seperti itu biasa dikenal sebagai kabut atau kabut es. Berikut ini, yang sudah kami rangkum berasal dari zmescience.com tipe awan beserta penjelasannya.
Jenis Awan
Jenis awan bisa dibagi menjadi tiga tingkat yang didasarkan pada ketinggian awan tersebut. Secara keseluruhan, tersedia sepuluh tipe awan yang mendasar.
• Awan tingkat tinggi (5-13 km): cirrocumulus, cirrus, dan cirrostratus.
• Awan tingkat menengah (2-7 km): altocumulus, altostratus, dan nimbostratus.
• Awan tingkat rendah (0-2 km): stratus, cumulus, cumulonimbus, dan stratocumulus.
Awan tingkat tinggi
Cirrus
Jenis awan yang pertama adalah Cirrus. Cirrus adalah salah satu tipe awan paling lazim yang bisa dilihat kapan saja. Awan ini berwujud tipis dengan tampilan seperti sutra.
Jenis awan ini selalu terbuat berasal dari kristal es yang derajat pemisahannya menentukan seberapa transparan Awan Cirrus tersebut.
Selain tampilan filamen, Awan Cirrus juga kadang-kadang kelihatan menonjol di pada tipe awan lainnya gara-gara kerap diwarnai dengan warna kuning cerah atau merah sebelum akan matahari terbit atau setelah matahari terbenam. Awan Cirrus menyala jauh sebelum akan awan lainnya dan menghilang {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} selagi kemudian.
Cirrocumulus
Jenis awan yang kedua adalah Cirrocumulus. Awan Cirrocumulus juga yang paling indah di luar sana. Awan ini umumnya terbentuk lebih kurang 5 km di atas permukaan dengan pola bulu putih kecil yang menyebar bermil-mil di atas langit. Awan Cirrocumulus kadang-kadang disebut ‘langit makarel’ gara-gara kadang-kadang warnanya keabu-abuan supaya membuat awan ini muncul seperti sisik ikan.
Awan Cirrocumulus tunjukkan tanda-tanda berasal dari Awan Cumulus dan Awan Cirrus, tapi tidak sama dengan Awan Altocumulus. Meskipun keduanya muncul serupa, Cirrocumulus tidak miliki bayangan dan {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} anggota Altocumulus lebih gelap berasal dari yang lain. Awan Cirrocumulus muncul setelah Awan Cirrus selama proses frontal hangat.
Hal yang harus diingat perihal Awan Cirrocumulus adalah awan selanjutnya tidak pernah menghasilkan curah hujan (tetapi bisa berarti cuaca dingin), juga tidak berinteraksi dengan tipe awan lain untuk membentuk susunan awan yang lebih besar.
Cirrostratus
Jenis awan yang ketiga adalah Cirrostratus. Awan Cirrostratus miliki tampilan seperti lembaran yang kadang-kadang muncul seperti selimut keriting yang menutupi langit. Awan ini tembus cahaya supaya memudahkan matahari atau bulan untuk mengintip.
Warnanya bervariasi, berasal dari abu-abu terang sampai putih. Awan Cirrostratus yang muncul putih murni menandakan bahwa awan ini menyimpan kabut, yang tunjukkan terdapatnya proses frontal yang hangat.
Beberapa gambar awan terbaik melibatkan Awan Cirrostratus gara-gara kristal es dengan indah membiaskan cahaya berasal dari matahari atau bulan supaya menghasilkan pengaruh halo yang menyilaukan. Awan Cirrostratus bisa beralih menjadi Awan Altostratus jika turun ke ketinggian yang lebih rendah.
Awan Cirrostratus hampir selalu bergerak ke arah barat. Ketika awan ini terlihat, umumnya curah hujan akan langsung terjadi di dalam 24 jam ke depan.
Awan tingkat menengah
Altocumulus
Awan Altocumulus terbentuk di ketinggian yang lebih rendah supaya {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} besar terbuat berasal dari tetesan air, meskipun juga tersedia mungkin awan ini mempertahankan kristal es selagi terbentuk di area yang lebih tinggi.
Jenis awan ini umumnya muncul di pada Awan Stratus yang lebih rendah dan Awan Cirrus yang lebih tinggi, dan umumnya mendahului Altostratus kala proses frontal yang hangat bergerak maju. Ketika Altocumulus muncul dengan tipe awan lain pada selagi yang sama, umumnya akan diikuti oleh badai. Awan Altocumulus lazim ditemukan di {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} besar belahan dunia.
Awan Altocumulus memadai lazim di {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} besar belahan dunia. Awan ini umumnya tumbuh secara konveksi, di dalam banyak masalah yaitu, setelah hawa lembap naik untuk bercampur dengan hawa kering yang turun. Awan Altocumulus juga bisa terbentuk di dalam paduan dengan tipe awan lain seperti Awan Cumulonimbus. Jumlah curah hujan berasal dari Awan Altocumulus diproyeksikan berasal dari gampang sampai sedang.
Altostratus
Awan Altostratus kerap tersebar di ribuan mil persegi dan amat tentang dengan hujan gampang atau salju. Meskipun tidak bisa menghasilkan hujan lebat, Awan Altostratus biasa beralih menjadi Awan Nimbostratus yang penuh dengan kelembaban dan bisa menghasilkan hujan deras.
Warna awan ini abu-abu, berwujud halus, dan {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} besar tidak miliki fitur, itulah sebabnya kadang-kadang muncul membosankan. Anda umumnya akan melihat tipe awan ini di dalam proses frontal hangat yang jadi maju, mendahului Awan Nimbostratus.
Nimbostratus
Nama Nimbostratus berasal berasal dari bhs latin nimbus yang berarti “hujan” dan stratus berarti “menyebar”. Awan suram ini adalah pembawa hujan lebat yang membentuk lapisan awan tidak tipis dan gelap, yang seluruhnya bisa membatasi matahari. Meskipun mereka juga di dalam kategori tingkat menengah, mereka kadang-kadang turun ke ketinggian yang lebih rendah.
Awan Nimbostratus terbentuk sebagai hasil berasal dari akumulasi bertahap area lembab di area yang luas gara-gara proses frontal hangat mengangkat area hangat dan lembab lebih tinggi di atmosfer area ia mengembun. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Awan Nimbostratus bisa terbentuk berasal dari tipe awan lain, seperti Altostratus yang turun. Awan Cumulonimbus yang terhampar juga bisa membuat terbentuknya Nimbostratus.
Awan tingkat rendah
Stratus
Awan stratus terdiri berasal dari lapisan awan tipis yang menutupi area langit yang luas. Awan ini bisa berwujud kabut kala terbentuk dekat dengan tanah. Anda bisa dengan gampang membedakan awan stratus dengan lapisan awan horizontal panjang yang kelihatan seperti kabut.
Awan terbentuk berasal dari massa hawa besar yang naik ke atmosfer dan lantas mengembun. Jenis awan ini memadai jinak di dalam hal curah hujan, gara-gara cuma menghasilkan hujan gampang atau bahkan salju gampang jika suhu turun di bawah titik beku.
Namun, jika terdapat memadai kelembaban yang dipertahankan di permukaan tanah, awan ini bisa beralih menjadi Nimbostratus. Awan Stratus amat lazim di seluruh dunia lebih-lebih di area pesisir dan pegunungan.
Cumulus
Awan Cumulus mungkin adalah awan yang paling gampang dikenali berasal dari seluruh tipe awan. Tumpukan kapas yang menggemaskan ini membentuk massa besar dengan pinggir bulat yang terdefinisi dengan baik, yang sekaligus menyatakan nama ‘cumulus’, yang merupakan bhs Latin yang berarti ‘tumpukan’.
Awan Cumulus adalah sinyal cuaca cerah, meskipun kadang-kadang mengeluarkan air di dalam wujud hujan ringan. Anda bisa menemukannya hampir di mana saja di dunia.
Cumulonimbus
Cumulonimbus merupakan awan yang bentuknya seperti bulu halus dan putih seperti Cumulus, tapi dengan formasi awan yang jauh lebih besar. Ini adalah tipe awan vertikal yang berkembang yang dasarnya tumbuh berasal dari satu sampai delapan kilometer, oleh gara-gara itu awan ini biasa disebut awan menara.
Untuk alasan yang sama, Cumulonimbus adalah tipe awan tingkat rendah dan tingkat tinggi. Di dasar dataran rendah, awan {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} besar terbuat berasal dari tetesan air, tapi kala puncak di dataran tinggi didominasi oleh kristal es.