dampak tidur setelah subuh dan ashar

dampak tidur setelah subuh dan ashar

Posted on

dampak tidur setelah subuh dan ashar – Setelah salat subuh, apa yang umumnya Anda lakukan, segera beraktivitas atau kembali tidur? Perlu Anda ketahui, dalam islam kami tidak dianjurkan untuk tidur kembali setelah salat subuh, lebih-lebih tidak diperbolehkan. Namun tidak sanggup dipungkiri bahwa tidak sedikit juga yang kembali tidur stelah lakukan kewajibannya.

dampak tidur setelah subuh dan ashar

Terdapat berasal dari satu} pendapat tentang hukum tidur setelah salat subuh menurut perspektif fiqih. Pendapat pertama memperlihatkan bahwa tidur setelah subuh dibolehkan dalam Islam. Hal ini didasarkan pada tidak terdapatnya dalil yang secara tegas melarang tidur setelah subuh. Alasan lainnya yakni tidur setelah subuh dibolehkan kalau ada kebutuhan yang mendesak. Seperti, sebab tidak sanggup tidur malam atau insomnia atau sebab ada pekerjaan yang kudu dijalankan sampai subuh.
Sedangkan pendapat kedua memperlihatkan bahwa hukum tidur setelah subuh adalah makruh. Alasannya adalah sebab pada selagi itu, Allah SWT membagikan rezeki bagi hamba-hamba-Nya.
Dari penjelasan di atas sanggup diketahui bahwa tidur setelah subuh sangat tidak dianjurkan dalam Islam sebab sanggup mendatangkan kerugian atau dampak yang tidak baik. Berikut adalah berasal dari satu} dampak atau dampak tidur setelah subuh dalam Islam :
Tidak Memperolah Berkah
Waktu setelah subuh adalah selagi turunnya berkah dan rezeki. Jika kami tidur di selagi setelah subuh maka kami tidak bakal meraih berkah. Nabi SAW mendoakan selagi pagi sebagai selagi yang penuh bersama dengan berkah. Rasulullah SAW bersabda,
“Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi hari mereka.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Menghambat Datangnya Rizki
Tidur setelah subuh sangat tidak dianjurkan dalam Islam sebab mencegah datangnya rezeki. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata,
“Tidur setelah subuh mencegah rezeki, sebab selagi subuh adalah selagi makhluk mencari rezeki mereka dan selagi dibagikannya rezeki. Tidur setelah subuh suatu hal yang dilarang (makruh) kalau ada penyebab atau keperluan.” (Zadul Ma’ad Khairil ‘Ibaad 4/222, Muassah Risalah, Beirut, cet. Ke-27, 1415 H).
Tidak Memperoleh Kebaikan
Tidur setelah subuh juga sanggup membawa dampak kami tidak sanggup meraih kebaikan atau pahala yang berlimpah. Karena itu, selagi selanjutnya kudu diisi bersama dengan kesibukan yang positif. Ibnu Qayyim rahimullah menjelaskan,
“Di antara hal yang makruh menurut para ulama adalah tidur setelah shalat subuh sampai matahari terbit sebab selagi selanjutnya adalah selagi memanen ghonimah (waktu capai kebaikan yang banyak.” (Madarijus Salikin, 1 : 369).
Menimbulkan Rasa Malas
Tidur sanggup menyebabkan rasa malas dan normalitas membuang-buang selagi lebih-lebih kalau sangat banyak tidur. Hal ini dinyatakan oleh Ibnu Qayyim rahimahullah yang mengatakan,
“Banyak tidur sanggup membawa dampak lalai dan malas-malasan…” (Zaadul Ma’ad, 4/222).
Menimbulkan Berbagai Macam Penyakit
Selain menyebabkan rasa malas dan normalitas jelek lainnya, tidur setelah subuh juga sanggup menyebabkan berbagai macam penyakit seperti lemah syahwat. Ibnu Qayyim rahimahullah berkata,
“… Banyak tidur ada yang juga dilarang dan ada pula yang sanggup menyebabkan bahaya bagi badan. Tidur pagi juga membawa dampak berbagai penyakit badan di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222).
Tidak Baik untuk Kesehatan
Tidur setelah subuh sanggup membawa dampak terganggunya kesehatan. Hal ini disebabkan di selagi pagi, metabolisme tubuh merasa bekerja dan lakukan pemanasan.
Ketika kami tidur di selagi pagi, metabolisme tubuh yang mestinya merasa bekerja jadi terhambat dan saat kami terbangun tubuh bakal merasa lemas atau tidak merasa segar. Salah seorang ulama yang bernama Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata,
“Tidur setelah subuh sangat berbahaya bagi badan sebab melemahkan dan merusak badan sebab sisa-sisa (metabolisme) yang mestinya diurai bersama dengan berolahraga/beraktifitas.” (Zaadul Ma’ad, 4/222).
Santap sahur merupakan tidak benar satu ibadah pada bulan Ramadan yang disunnahkan Rasulallah SAW. Jika tak punya kebiasaan bangun malam, sebetulnya sedikit ada rasa malas saat kudu bangun lebih awal berasal dari hari-hari umumnya untuk makan.
Terkadang, banyak yang setelah selesai santap sahur lantas tidur kembali. Tahukah Anda bahwa tidur setelah santap sahur dan setelah selagi subuh itu tidak dianjurkan dalam hukum Islam maupun pengetahuan medis?
Dalam Islam, segera tidur setelah santap sahur dan salat subuh sebetulnya tidak dianjurkan, lebih-lebih berasal dari satu} ulama menghukuminya itu adalah makruh (jika tidak ada udzur dan keperluan). Apalagi setelah subuh itu merupakan selagi turunnya berkah dan rezeki, kalau tidur maka tidak meraih berkah ini.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa,
اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا
“Ya Allah, berkahilah umatku di selagi paginya,” (HR. Abu Daud no. 2606. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Abi Daud).
Ketika berkata perihal keberkahan hidup ada yang bilang kerap tidur setelah subuh, tetapi rezeki selamanya lancar. Perkataan selanjutnya kalau diperhatikan sebetulnya tidak masuk logika dan perhitungan matematika.
Akan tetapi, rezeki banyak belum tentu ada keberkahan di dalamnya, belum tentu dia qona’ah juga bahagian bersama dengan bergemilangan harta.
Bisa saja harta yang ia sanggup banyak terbuang percuma tidak dipakai dalam hal kebajikan jadi dipakai sesuatu yang tidak bermanfaat yang berujung pada kemaksiatan dan dosa.
Baca Juga: Muhammad Ali, Sang Legenda Tinju Profesional berasal dari Negeri Paman Sam
Sebaiknya jangan tidur setelah subuh sebab selagi selanjutnya adalah selagi turunya rezeki dan berkah. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata,
وَنَوْمُ الصُّبْحَةِ يَمْنَعُ الرِّزْقَ؛ لِأَنَّ ذَلِكَ وَقْتٌ تَطْلُبُ فِيهِ الْخَلِيقَةُ أَرْزَاقَهَا، وَهُوَ وَقْتُ قِسْمَةِ الْأَرْزَاقِ، فَنَوْمُهُ حِرْمَانٌ إِلَّا لِعَارِضٍ أَوْ ضَرُورَةٍ،
“Tidur setelah subuh mencegah rezeki, sebab selagi subuh adalah selagi mahluk mencari rezeki mereka dan selagi dibagikannya rezeki. Tidur setelah subuh suatu hal yang dilarang [makruh] kalau ada penyebab atau keperluan.”( Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibaad 4/222, Muassah Risalah, Beirut, cet. Ke-27, 1415 H).
Tidur setelah subuh maupun setelah sahur juga tidak baik untuk kesehatan, sebagaimana diinformasikan sebelumnya oleh Mantrasukabumi.Pikiran-Rakyat.com dalam artikel berjudul “5 Dampak Negatif Ketika Tidur Setelah Santap Sahur, Simak Uraiannya.”
Karena selagi itu adalah selagi untuk tubuh merasa lakukan metabolisme dan pemanasan. Jika tertidur kembali maka ibarat kendaraan yang tidak lakukan pemanasan. Ketika bangun jam 7 atau jam 8 pagi merasa tetap lemas dan kurang bersemangat.
Ulama yang juga seorang dokter, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, beliau menjelaskan:
وَهُوَ مُضِرٌّ جِدًّا بِالْبَدَنِ لِإِرْخَائِهِ الْبَدَنَ وَإِفْسَادِهِ لِلْفَضَلَاتِ الَّتِي يَنْبَغِي تَحْلِيلُهَا بِالرِّيَاضَةِ
“Tidur setalah subuh sangat berbahaya bagi badan sebab melemahkan dan merusak badan sebab sisa-sisa [metabolisme] yang mestinya diurai bersama dengan berolahraga/beraktifitas,”( Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibaad 4/222, Muassah Risalah, Beirut, cet. Ke-27, 1415 H).
Jadi, sebaiknya kami tidak segera tidur kembali baik setelah sahur maupun setelah selagi subuh. Selain berdampak negatif pada kesehatan, juga dalam kontek Islam dimakruhkan hukumnya dan jadi sebab kurangnya keberkahan rezeki dalam kehidupan.**