contoh majas paralelisme

contoh majas paralelisme

Posted on

contoh majas paralelisme – Majas atau tipe bahasa digunakan dalam penulisan karya sastra berupa puisi atau prasa. Majas merupakan kekayaan bahasa yang memberi tambahan dampak dampak khusus yang sebabkan bahasa makin unik dalam memberikan anggapan baik dalam wujud lisan maupun tertulis. Macam macam majas yang udah pernah di bahas dalam artikel lalu, diantaranya yaitu majas perbandingan, majas sindiran, majas penegasan, majas pertentangan. Dan salah satu dari majas penegasan itu adalah majas paralelisme yang akan kita kupas tuntas dalam bahasan kali ini. Untuk lebih sadar berikut kita ulas tentang majas paralelisme dan contohnya.

contoh majas paralelisme

Pengertian Majas Paralelisme
Paralelisme menurut tinjauan katanya berasal dari bahasa Inggris yaitu ‘paralelizm’ yang berarti ‘sejajar’. Majas paralelisme menurut arti katanya sanggup diambil kesimpulan sebagai majas yang mengungkapkan tentang suatu perihal yang saling menyatakan titik kesejajaran. Majas paralelisme ini juga kerap dipakai dalam mengungkapkan kata kata dalam puisi. Dalam puisi, majas paralelisme digunakan bersama memanfaatkan kata yang mirip pada setiap baris dalam satu bait.
1. Penggunaan dan perumpamaan majas paralelisme dalam kalimat
Berikut ini perumpamaan majas paralelisme dalam kalimat :
1. Seorang teman baik yang baik akan senantiasa tersedia untuk sahabatnya dalam ada problem maupun kesenangan.
2. Dengan atau tanpa make up, aktris korea Song Jihyo sangat cantik.
3. Senantiasa tetap beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam suasana sehat maupun sakit.
4. Kaya dan miskin itu tidak hakiki sebab roda kehidupan tetap berputar. Orang kadang berada di atas kadang berada di bawah.
5. Siang dan malam tetap berubah tanpa dirimu disampingku.
6. Perbedaan ras kulit hitam dan kulit putih tidak menjadi jaminan bahwa salah satu dari ras berikut lebih baik dari yang lainnya.
7. Saat ini kaum pria dan wanita memiliki kedudukan yang hampir sejajar dalam mencari pekerjaan.
8. Kekayaan alam Indonesia sangat melimpah baik yang tersedia di daratan maupun lautan.
9. Kita tidak akan pernah sadar tentang kegagalan atau keberhasilan yang akan kita sanggup tanpa mencobanya dan berusaha.
10. Manis dan pahitnya kehidupan itu udah biasa terjadi secara bergantian.
11. Rambut panjang dan pendek pada wanita tidak berpengaruh pada kecantikan hatinya.
12. Tidak hiraukan jauh atau dekat, saya akan berkunjung untuk menemuimu kala ini juga.
13. Meskipun peringkat kelasmu naik atau turun semestinya semangat belajarnya tidak berkurang.
14. Matahari dan bulan menandakan perubahan hari yang tetap berputar tanpa henti.
15. Musim penghujan maupun musim kemarau senantiasa saja tidak sanggup mempengaruhi sikapmu yang senang terlambat menepati janji.
16. Di mataku kau adalah kertas putih yang bersih tanpa noda sedikit pun.
17. Para orang tua tak kalah saing bersama anak muda dalam perlombaan 17 Agustus di Desa Sentosa.
18. Rakyat dambakan kesejahteraan, keadilan, dan keamanan yang menjadi hak mereka sebagai warga Negara yang baik dan patuh pada aturan yang diterapkan.
19. Produsen dan customer memiliki ketergantungan satu mirip lain untuk saling mencukupi kebutuhannya masing masing.
20. Pegawai lama dan pegawai baru beroleh bonus yang mirip tanpa memandang senioritas pada perusahaan tersebut.
21. Serbuk coklat ini enak di makan dalam wujud dingin dan panas.
22. Kaum wanita memiliki kedudukan yang mirip bersama kaum pria dalam perihal berfikir parah dan memberi tambahan ketentuan dalam suatu situasi.
23. Kewajiban pemerintah dan kewajiban warga Negara yang utama adalah menghargai tinggi bangsa Indonesia dan melestarikan warisan kekayaan nenek moyang bangsa.
24. Seseorang yang berhati baik akan menjadi jodoh untuk orang yang baik pula.
25. Usia bukanlah acuan untuk kematian. Ajal sanggup menjemput orang yang tua maupun orang yang tetap muda.
26. Kau rela duduk disebelah kanan ataupun kiriku, senantiasa saja, kau menghalangi pandanganku.
27. Di musim kemarau ini, baik di dalam tempat tinggal ataupun di luar rumah, panasnya hawa senantiasa menyengat kulit.
28. Hadiah yang kita menerima sebagai bonus akhir tahun itu, baik yang berukuran besar atau kecil, nilainya sama.
29. Ia memang pantas dijuluki si kutu buku, baik buku tebal ataupun tipis, seluruh dilahapnya.
30. Cepat atau lambat, ia senantiasa wajib selesaikan tugas skripsinya.
31. Baik dan buruknya kelakukan seorang anak, orangtua senantiasa menyayanginya.
32. Tak dipengaruhi besar atau kecil penghasilanmu, semestinya kau memiliki tabungan.
33. Tak hiraukan ada problem atau mudah, menghadapi ujian nasional ini kita wajib siap.
2. Penggunaan dan perumpamaan majas paralelisme dalam puisi
Majas paralelisme juga seringkali digunakan dalam puisi, berikut contohnya pada puisi :
• Puisi berikut adalah bait dalam puisi yang berjudul ‘Manusia Kecil’
Kau adalah kertas putih
Kau adalah gelas kosong
Kau adalah nafas kehidupan
Kau adalah manusia kecil yang tengah tumbuh
Aku mendengar
Aku melihat
Aku mencium bau
Aku merasakan
Aku mengatakan
Dan Aku menirukan
• Puisi berikut adalah bait dalam puisi yang berjudul ‘Sahabat’
Dunia adalah daerah bermain
Dunia adalah satu titik dari semesta
Dunia adalah sebuah lukisan yang indah
Dunia adalah penjara
Dunia adalah panggung sandiwara
jangan menyerah sahabat
Dunia adalah bola yang senantiasa berputar
jangan bersedih sahabat
Dunia adalah daerah tinggal untuk sementara
• Puisi berikut adalah bait dalam puisi yang berjudul ‘Ayah’
Ayahku yang ku sayang
Ayahku yang ku cintai
Ayahku yang ku hormati
Bagaimana kabarmu ayah?
Apakah engkau sehat-sehat?
Bagaimana suasana punggungmu yang senantiasa saja sakit?
Bagaimana suasana kedua bola mata mu tidak ulang sanggup memandang bersama jelas?
Ayah…
• Puisi berikut adalah bait dalam puisi yang berjudul ‘Senja’
Senja kali ini mengantarkanku masuk ke dalam lamunan yang tak biasa
Senja kali ini seakan sadar akan rindu yang tersedia jauh dalam hatiku.
Senja kali ini dambakan rasanya saya cepat pergi
Senja kali ini membuatku bebas berandai kala kala bersamamu.
Senja kali ini mungkin tak sadar perasaanku
Senja kali ini juga tak sadar seberapa jauh saya terluka
• Puisi berikut adalah bait dalam puisi yang berjudul ‘Ibu’
Ibu kau semua nya bagiku.
Ibu kau pahlawan bagiku.
Ibu saya begitu menyayangimu.
Ibu maafkan seluruh kekeliruan yang pernah ku laksanakan padamu.
Tanpamu ibu saya bukanlah siapa-siapa
Tanpamu ibu saya tak sanggup apa-apa
Tanpamu ibu ku tak sadar dunia

Tanpamu ibu tak kan lengkap duniaku
contoh majas paralelisme – Contoh perumpamaan kalimat dan puisi diatas mencerminkan dari majas paralelisme yang berarti mensejajarkan kedudukan antar kata yang membawa arti perbandingan yang tersedia dalam kalimat tersebut. Pada puisi pemanfaatan majas ini dijalankan bersama memanfaatkan kata yang mirip setiap barisnya dalam satu bait. Sehingga maksud dari kesejajarannya terletak pada persamaan subjek yang dimaksudkan pada tiap baris.
Dalam kategori majas penegasan terbagi menjadi {beberapa|sebagian|lebih dari satu} model majas salah satunya iyalah majas Paralelisme. Majas Paralelisme merupakan Pengungkapan bersama memanfaatkan kata, frasa, atau klausa yang sejajar. Biasanya majas ini berada pada puisi atau lirik lagu untuk mengungkapkan perasaan. Hal ini sebab majas ini memiliki pengulangan rima dan makna.