contoh majas eufimisme

contoh majas eufimisme

Posted on

contoh majas eufimisme – Eufemisme adalah keliru satu model majas perbandingan yaitu tipe bhs yang mengandung pernyataan kasar, namun diungkapkan dengan kata yang lebih halus. Eufemisme dengan kata lain adalah tipe bhs yang memperhalus untuk menunjukkan sebuah kesopanan.

contoh majas eufimisme

Adapun beberapa ciri majas eufemisme yaitu:
• Eufemisme digunakan untuk mengganti kata yang dianggap tabu;
• Eufemisme digunakan untuk mengganti kata yang mengalami peyorasi (perubahan arti yang dulunya tidak dianggap kasar kemudian menjadi kasar);
• Eufemisme biasa digunakan sebagai komunikasi dengan orang yang lebih tua sehingga nampak lebih sopan.
Contoh majas eufemisme:
Bella siswa yang pandai, namun keluarganya adalah orang yang kurang mampu.
Arti majas: Kurang bisa yang dimaksud di dalam kalimat di atas adalah miskin.
Bapak paruh baya yang sering tidur di depan toko adalah seorang tuna wisma.
Arti majas: Tuna wisma yang dimaksud di dalam kalimat di atas adalah gelandangan.
Bu Arni tengah melacak seorang asisten tempat tinggal tangga untuk menunjang pekerjaan rumahnya.
Arti majas: Asisten tumah tangga yang dimaksud di dalam kalimat di atas adalah pembantu.
Majas eufimisme yaitu sebagai suatu majas atau ungkapan halus yang digunakan sebagai kata pengganti ungkapan-ungkapan yang merasa kasar. Untuk lebih lengkapnya ulang simaklah pembahasan kita mengenai Materi semisal majas eufimisme singkat beserta arti dan penjelasan nya di bawah ini.
Majas Eufimisme
Secara bahasa, eufimisme berasal berasal dari kata euphemizein, di dalam bhs Yunani yang punya arti ‘kata-kata yang baik. Sedangkan secara istilah, majas eufimisme bisa di definisikan sebagai suatu majas atau ungkapan halus yang digunakan sebagai kata pengganti ungkapan-ungkapan yang merasa kasar.
Selain itu, ada terhitung yang mendeskripsikan majas eufimisme sebagai ungkapan atau tipe bhs pelembut yang di maksudkan untuk menghindari kalimat kasar atau kata kata yang kurang sopan untuk menjaga tata krama.
Jadi, bisa dikatakan bahwa majas eufimisme berfungsi untuk menghaluskan suatu maksud kalimat sehingga lebih sopan sehingga tidak menimbulkan kesan menyinggung lawan bicara.
Contoh Majas Eufimisme
Berikut ini adalah semisal majas eufimisme di dalam sebuah kalimat, yaitu sebagai tersebut :
• Anak Ibu untuk sementara ini belum bisa naik kelas sebab kurang bisa ikuti pelajaran (kurang bisa = tidak mampu)
• Maling itu udah diamankan oleh pihak yang berwenang. (diamankan = ditangkap)
• Permisi, saya ijin ke kamar kecil Bu. (kamar kecil = WC).
• Polisi itu dibebastugaskan sebab udah laksanakan pelanggaran sementara menggerakkan tugas. (dibebastugaskan = dipecat).
• Joko menjadi tuna wicara sejak lahir. (tuna wicara = bisu).
• Wanita hamil perlu menjaga pola makan sehingga calon bayinya sehat dan sehingga tidak menjadi tuna daksa. (tuna daksa = cacat fisik).
• Pak Jokowi melacak pramuwisma untuk menjaga kebersihan di rumahnya yang luas. (pramuwisma = pembantu tempat tinggal tangga).
• Jika kamu malas bekerja dan berusaha, kamu dapat menjadi tuna wisma. (Tuna wisma = gelandangan).
• Kakek yang udah tua sering sekali ke kamar kecil. (kamar kecil = WC).
• Dinda menjadi volunter di instansi swadaya masyarakat yang membina anak anak penderita tuna grahita. (tuna grahita = keterbelakangan mental).
• Kini Maya menjadi pramusaji di kapal pesiar yang megah dan berlayar ke bermacam negara. (Pramusaji = juru masak).
• Wakil rakyat yang terlibat korupsi itu kini mengenakan rompi orange sementara digandeng polisi. (rompi orange = baju tahanan).
• Paranormal yang berkedok agama itu selanjutnya mendapat hukuman dan masuk jeruji besi. (paranormal = dukun).
• Tini sementara ini bekerja sebagai pramuniaga di mini market yang ada di desanya. (pramuniaga = penjaga toko).
• Banyak sekali orang tidak sehat yang ditemui berkeliaran di kota (orang tidak sehat = orang gila).
• Ada baiknya pertalian ini tidak dilanjutkan sebab kita udah tidak bersamaan lagi. (putus).
• Kakek tua itu tengah membuang air besar di wc. (buang air besar = berak).
• Jika kamu malas belajar membaca kita dapat menjadi tuna aksara. (tuna aksara = buta huruf).
• Supri kurang pandai sehingga dia tinggal kelas. (kurang pandai = bodoh).
• Semua karyawan pabrik kerupuk itu di rumahkan tiba-tiba tanpa pemberitahuan lebih-lebih dahulu. (di rumahkan = di PHK).
• Agus terhitung golongan berasal dari keluarga ekonomi bawah. (ekonomi bawah = miskin).
• Kehidupan yang kian serba kesulitan ini, menyebabkan Wati perlu menjadi tuna susila. (tuna susila = pekerja seks komersial).
• Tidak disangka adik Dian yang baru berusia 5 tahun udah mendahului orang orang orang tuanya. (mendahului = meninggal).
• Setelah lulus SMK, Angga menjadi pramusaji di warung makan (Pramusaji = pelayan tempat tinggal makan).
• Sebagai penderita tuna netra Pak bokir punya hak yang sama dengan orang-orang pada umumnya. (Tuna netra = buta).
• Setelah lama menderita sakit kini Pak Bokir udah berpulang ke Ilahi. (berpulang = meninggal).
• Oknum polisi itu diberhentikan dengan tidak hormat sebab udah mencemarkan nama baik institusi dengan berbuat {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} pelanggaran (diberhentikan = dipecat).
• Dalam dunia kesehatan, kastemer jiwa sehat di RSJ Saraswati, diperlakukan sangat baik untuk menjaga sehingga emosi nya selamanya stabil. (konsumen jiwa sehat = orang gila).
• Dokter spesialis saraf itu menjaga banyak pasien di rumahnya. (pasien = orang sakit).
• Pak Subakir berharap izin untuk ke belakang di tengah tengah berjalannya ke Jakarta. (ke belakang = ke kamar mandi).
Apa itu Majas Eufimisme?
Majas eufimisme sebagai ungkapan atau tipe bhs pelembut yang di maksudkan untuk menghindari kalimat kasar atau kata kata yang kurang sopan untuk menjaga tata krama.
Sebutkan semisal majas eufimisme?
1. Oknum polisi itu diberhentikan dengan tidak hormat sebab udah mencemarkan nama baik institusi dengan berbuat {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} pelanggaran (diberhentikan = dipecat).
2. Dalam dunia kesehatan, kastemer jiwa sehat di RSJ Saraswati, diperlakukan sangat baik untuk menjaga sehingga emosi nya selamanya stabil. (konsumen jiwa sehat = orang gila).
Demikianlah pembahasan kita mengenai Materi Majas Eufimisme. Semoga bermanfaat.

Pengertian
contoh majas eufimisme – Berdasarkan kata eufemisme berasal berasal dari bhs Yunani Kuno ‘euphemizein’ yang artinya‘kata kata yang baik. Majas ini diartikan suatu majas yang mengungkapkan ungkapan secara halus dengan mengganti ungkapan yang dirasa kasar dengan kata kata yang lebih baik diatasnya, sebagai suatu bentuk sikap yang lebih sopan dan santun. Majas Eufemisme ini kebanyakan digunakan di dalam pertalian dengan orang yang lebih tua atau orang yang lebih dihargai untuk mengimbuhkan kesan sopan.

Tujuan Dan Fungsi
Tidak cuma digunakan di dalam percakapan sehari-hari namun terhitung pada acara atau kesibukan resmi lainnya. Tujuan utamanya tentu untuk menghargai lawan bicara sehingga tidak merasa direndahkan dengan pemakaian arti yang ada. Oleh {karenanya|sebab itu|karena itu|maka berasal dari itu} majas model ini sering digunakan di dalam kesibukan dan/atau dokumen resmi. Jadi bisa diringkaskan bahwa majas ini membawa 2 faedah khusus, ialah :
• Dapat lebih memperhalus sebuah ungkapa, majas ini kebanyakan sering digunakan tak cuma di dalam percakapan sehari-hari namun terhitung pada hal-hal lainnya.
• Memberikan suatu penghormatan pada lawan bicara sehingga tidak merasa direndahkan dengan pemakaian arti yang ada. Oleh {karenanya|sebab itu|karena itu|maka berasal dari itu} majas model ini sering digunakan di dalam kesibukan atau dokumen resmi.